Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)

Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)
AksesBlog.com - Dalam 3 bulan belakangan kita dihebohkan bahkan diteror dengan adanya sebuah virus yang awalnya di beritakan berasal dari Wuhan tepatnya di Hubei Tiongkok. Dan dalam bulan maret atau 3 Minggu belakangan ini Virus Corona ini semakin cepat menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Sampai berimbas semua kegiatan kenegaraan diseluruh dunia bahkan sepakbola dihentikan, karena untuk menekan penyebaran dari virus ini. Dalam artikel kali ini saya akan mencoba membahas dari awal Covid-19 sampai istilah-istilah yang sering digunakan saat ini mengenai Corona Virus ini.

Mengenal Corona Virus Desease (Covid-19)

Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus korona, virus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia).

Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia.

Koronavirus merupakan virus beramplop dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar antara 27–34 kilo pasangan basa, terbesar di antara virus RNA yang diketahui. Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona yang artinya mahkota, yang mengacu pada tampilan partikel virus (virion): mereka memiliki pinggiran yang mengingatkan pada mahkota atau korona matahari.

A. Sejarah Penemuan Covid-19

Koronavirus ditemukan pada 1960-an. Virus yang paling awal ditemukan adalah virus bronkitis infeksius pada ayam dan dua virus dari rongga hidung manusia dengan flu biasa yang kemudian diberi nama human coronavirus 229E dan human coronavirus OC43.

Sejak saat itu, anggota koronavirus yang lain mulai diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004, HKU1 pada 2005, MERS-CoV (sebelumnya dikenal sebagai 2012-nCoV) pada 2012, dan SARS-CoV-2 (sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV) pada 2019, sebagian besar dari virus-virus ini terkait dengan infeksi saluran pernapasan yang serius. 

B. Nama dan morfologi

Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona dan bahasa Yunani κορώνη (korṓnē, "lingkaran, untaian"), yang berarti mahkota atau lingkaran cahaya. Namanya mengacu pada penampilan karakteristik virion (bentuk infektif virus) dalam mikroskop elektron, yang memproyeksikan pinggiran permukaan virus yang besar dan bulat yang menghasilkan gambar yang mengingatkan pada mahkota atau korona matahari.

Morfologi ini diciptakan oleh peplomer tonjolan protein permukaan virus (S), yang menentukan tropisme inang. Protein yang menyusun struktur koronavirus yaitu protein tonjolan (spike) (S), amplop (E), membran (M), dan nukleokapsid (N). Khusus pada virus SARS, letak pengikatan reseptor pada protein S memediasi perlekatan virus ke reseptor sel inangnya yaitu, enzim pengubah angiotensin (ACE2).

Beberapa koronavirus (khususnya anggota Betacoronavirus garis keturunan A) juga memiliki tonjolan protein pendek yang disebut hemaglutinin esterase (HE).

C. Penyakit Menular

Penularan koronavirus dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi melalui kontak langsung dalam jarak dekat via tetesan kecil atau percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang dihasilkan penderita saat bersin dan batuk.

Penularan dari manusia ke manusia dikonfirmasi di Guangdong, Tiongkok. Beberapa laporan menyatakan bahwa virus telah bersifat infeksius bahkan ketika dalam masa inkubasi.

Para ilmuwan telah meneliti angka reproduksi dasar (R0) yang dimiliki virus ini. Dalam epidemiologi, angka ini menunjukkan jumlah infeksi baru yang diakibatkan oleh setiap orang yang terinfeksi. Salah satu penelitian menyatakan bahwa setiap orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke antara 3 hingga 5 orang. Penelitian lain memperkirakan R0 sebesar 1,4 hingga 3,8. Selain itu, virus ini diketahui mampu menular dalam rantai infeksi sebanyak empat orang.

D. Corona Virus atau SARS-CoV-2

Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 atau SARS-CoV-2 (bahasa Inggris: Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) adalah salah satu anggota koronavirus yang mengakibatkan infeksi pernapasan COVID-19.

Virus ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok dan menyebabkan wabah COVID-19. Virus ini juga dikenal sebagai koronavirus Wuhan dan virus pneumonia pasar makanan laut Wuhan (Wuhan seafood market pneumonia virus).

E. Obat Penawar atau Vaksin

Saat ini belum ada pengobatan khusus untuk SARS-CoV-2 sehingga perawatan difokuskan pada pengurangan gejala. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC Tiongkok) sedang menguji prosedur perawatan pneumonia yang telah ada untuk diterapkan pada pneumonia akibat koronavirus.

Penggunaan obat antivirus yang ada sedang diteliti, termasuk protease inhibitor seperti indinavir, saquinavir, remdesivir, lopinavir/ritonavir dan interferon beta. Efektivitas antibodi monoklonal yang telah diidentifikasi juga sedang diselidiki.

Vaksin, Source : CNNindonesia
Pada bulan Januari 2020, beberapa organisasi dan lembaga mulai bekerja untuk membuat vaksin untuk koronavirus Wuhan berdasarkan genom yang dipublikasikan. Di Tiongkok, CDC Tiongkok sedang mengembangkan vaksin untuk virus SARS-CoV-2.

Tiga proyek vaksin sedang didukung oleh Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), termasuk satu proyek perusahaan bioteknologi Moderna dan proyek lainnya oleh Universitas Queensland Australia. Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) bekerja sama dengan Moderna untuk membuat vaksin RNA yang cocok dengan protein permukaan (protein spike) koronavirus, yang diharapkan untuk memulai produksi pada Mei 2020. Di Australia, Universitas Queensland sedang menyelidiki potensi vaksin penjepit molekuler yang secara genetik akan memodifikasi protein virus untuk membuatnya meniru koronavirus dan merangsang reaksi kekebalan.

Dalam proyek independen, Agensi Kesehatan Masyarakat Kanada telah mengizinkan Organisasi Vaksin dan Penyakit Menular-Pusat Vaksin Internasional (VIDO-InterVac) di Universitas Saskatchewan untuk mulai mengembangkan vaksin.VIDO-InterVac menargetkan produksi vaksin dan pengujian terhadap hewan pada Maret 2020, dan pengujian terhadap manusia pada 2021.

Fakultas Kedokteran Imperial College di London memiliki dana untuk mengembangkan vaksin dan membawanya ke pengujian hewan, fase penelitian yang diharapkan akan selesai pada pertengahan Februari 2020.

Pada 2 Februari 2020, Thailand melaporkan pengobatan yang berhasil untuk satu pasien. Dr. Kriengsak Attipornwanich dari Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok mengatakan saat konferensi pers Kementerian Kesehatan Thailand, seorang perempuan Tiongkok berusia 71 tahun dari Wuhan dinyatakan negatif koronavirus 48 jam setelah dokter memberikan obat anti-HIV lopinavir dan ritonavi dalam kombinasi dengan obat influenza oseltamivir.

Sampai saat ini belum ada Vaksin yang dinyatakan bisa menangani Covid-19 ini, sementara perawatan difokuskan untuk pengurangan gejala.

F. Awal Infeksi Terjadi Di Wuhan

Penyakit akibat infeksi SARS-CoV-2 pada manusia pertama kali terjadi pada akhir Desember 2019. Pendekatan jam molekuler menyatakan waktu infeksi yang serupa atau sedikit lebih awal. Wabah penyakit pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada pertengahan Desember 2019. Virus ini kemudian menyebar ke Thailand (Bangkok); Jepang (Tokyo); Korea Selatan (Seoul); provinsi lain di Tiongkok Daratan; Hong Kong; Taiwan (Taoyuan); dan kemudian ke dunia internasional. Korban jiwa berjumlah 3.285 orang yang sebagian besar berada di Wuhan dan sekitarnya, dengan 81.661 kasus per 25 Maret 2020.

Pada 30 Januari 2020, wabah akibat SARS-CoV-2 ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menciptakan istilah sementara "penyakit pernapasan akut 2019-nCoV" untuk menggambarkan penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Mengenal ODP, PDP, Suspect Lockdown, Social Distancing & WFH

Semakin kesini virus corona semakin menjadi wabah di Indonesia, menyebabkan banyak istilah yang muncul, dan berikut data yang di dapat dari Kompas.com menurut Dr Panji Hadisoemarto MPH.

Menurut Dr. Panji, kriteria PDP atau ODP cukup banyak, tetapi secara sederhananya bisa dimaknai seperti berikut.

A. Orang dalam pemantauan (ODP)

ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

B. Pasien dalam pengawasan (PDP)

PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.

Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

C. Suspect

Sementara itu, kata Dr. Panji, suspek adalah istilah lain untuk PDP.

"Jadi perbedaan utama PDP dan ODP adalah apakah ada gabungan panas badan dan gangguan pernapasan, dan apakah pernah berkontak dengan kasus terkonfirmasi," kata Panji, Rabu (18/3/2020).

Untuk diketahui, kasus probabel adalah PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif). Sedangkan kasus konfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Apakah ODP dan PDP “berbahaya”?

"Tentu yang bisa menularkan penyakit Covid-19 adalah orang-orang yang memang terinfeksi virusnya (SARS-COV-2)," ujar dia.

Namun, permasalahannya adalah bahwa sakit Covid-19 ini bisa muncul dengan gejala ringan ataupun berat, dan diagnosis Covid-19 pun memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kata dia, orang-orang yang memenuhi kriteria ODP maupun PDP dianggap berpotensi menularkan Covid-19 sampai terbukti sebaliknya dan harus menjalankan isolasi.

Dari sisi isolasi, yang harus dilakukan untuk PDP dan ODP agak berbeda.

Isolasi PDP seharusnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan ODP harus melakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah selama 14 hari atau disebut dengan karantina mandiri.

Kompas.com menggalang dana untuk solidaritas terhadap kondisi minimnya alat pelindung diri dan keperluan lainnya di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, terkait penanganan Covid-19.

D. Lockdown

Dikutp dari Wikepedia.com, Lockdown sama artinya dengan Terkunci. Yang berarti protokol darurat yang biasanya mencegah orang atau informasi meninggalkan suatu area. Protokol biasanya hanya dapat diprakarsai oleh seseorang dalam posisi otoritas .

Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)
LockDown, Source : Kompas.com
Terkunci juga dapat digunakan untuk melindungi orang di dalam fasilitas atau, misalnya, sistem komputasi, dari ancaman atau peristiwa eksternal lainnya.

Dari bangunan, kuncian bor biasanya berarti bahwa pintu yang mengarah ke luar dikunci sehingga tidak ada orang yang bisa masuk atau keluar.

Saat ini Indonesia belum menerapkan Lockdown. Dibandingkan dengan negara-negara lain yang sebagian memilih mengunci negaranya agar tidak ada lagi warga luar masuk atau warganya keluar.

E. Social Distancing

Atau Pembatasan sosial adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.

Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian.

Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)
Soscial Distancing, Source: Liputan6.com
Pembatasan sosial paling efektif dilakukan ketika infeksi dapat ditularkan melalui kontak percikan atau droplet (batuk atau bersin); kontak fisik langsung, termasuk kontak seksual; kontak fisik tidak langsung (misalnya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti fomit); atau transmisi melalui udara (jika mikroorganisme dapat bertahan hidup di udara untuk waktu yang lama)

Inilah yang saat ini diterapkan Pemerintah Indonesia dan tidak memilih lockdown. Pemerintah berharap agar sistem ini bisa memutus mata rantai wabah corona seperti sekarang.

Beberapa contoh pembatasan sosial yang digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular :
  1. Penutupan sekolah (proaktif atau reaktif),
  2. penutupan tempat kerja, termasuk penutupan bisnis dan layanan sosial yang "tidak esensial" (Istilah "tidak esensial" berarti fasilitas tersebut tidak berperan dalam fungsi utama masyarakat, dan merupakan lawan dari layanan esensial
  3. Isolasi
  4. Karantina
  5. Cordon sanitaire (pembatas kebersihan
  6. Sekuestrasi protektif
  7. Pembatalan pertemuan massal seperti acara olahraga, film, atau pertunjukan musik, menutup atau membatasi transportasi umum,
  8. Penutupan fasilitas rekreasi (kolam renang komunitas, klub pemuda, gimnasium)
  9. Tindakan "melindungi diri" untuk individu termasuk membatasi kontak tatap muka, melakukan bisnis melalui telepon atau dalam jaringan (daring), menghindari tempat umum dan mengurangi perjalanan yang tidak perlu,dan
  10. Tidak berjabat tangan saat menyapa orang lain.
Mencegah puncak infeksi yang tajam, yang dikenal sebagai meratakan kurva epidemi, membantu mencegah layanan kesehatan mengalami kewalahan, dan juga menyediakan lebih banyak waktu untuk pengembangan vaksin atau pengobatan.

Menyebarkan infeksi dalam jangka waktu yang lebih lama memungkinkan layanan kesehatan untuk mengelola volume pasien dengan lebih baik. Social Distancing ini berhubungan dengan Work From Home atau kerja di rumah yang sudah diminta Presiden Jokowi dilakukan baik itu PNS atau pekerja swasta.

Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)
Soruce Gambar : Grid.id
Meski begitu masih ada saja warga yang menggunakan WFH ini untuk sekalian liburan. Padahal maksudnya adalah bekerja dari rumah atau belajar dari rumah yang dilakukan pelajar. Mari menggunakan kesadaran kita sendiri untuk tetap terjaga dan mencegah orang lain menulari kita.

Ikuti instruksi pemerintah bukan karena tidak takut tapi lebih berpikir sayangi diri dan orang-orang di sekeliling kita. (penulis aja kerja di rumah). Inilah rangkuman perihal Corona yang sudah saya rangkum, sumber referensinya sudah saya tulis dibawah ini. Kita berharap wabah ini cepat berlalu, aamiin. Semoga bermanfaat.

Referensi :
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Koronavirus
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/SARS-CoV-2
  3. https://www.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf (25 Maret 2020)
  4. https://makassar.tribunnews.com/2020/03/20/beda-arti-odp-pdp-dan-suspect-istilah-dalam-coronacovid-19-lockdown-social-distancing-wfh
  5. https://www.liputan6.com/news/read/4205478/foto-penerapan-social-distancing-di-jakarta?page=1 
Mas Iwan
Mas Iwan Seorang blogger yang kesehariannya didepan laptop, dan hobi bermain game.

2 komentar untuk "Sejarah Dan Istilah Penting Diketahui Corona Virus Desease (Covid-19)"

  1. Wih mantap kali artikelnya. Sangat bermanfaat sekali mas. Keren. BTW ditunggu kunjungan baliknya di www.aubinesia.com 😁🙏

    BalasHapus